Berita
Bakti Sosial ala Rumah Tahfidz

  187


Suasana pagi sampai petang meluluhlantakan waktu di setiap detiknya. Ayat-ayat suci selalu terdengar merdu beriring detak jarum jam yang tergantung di hamparan putih itu. Hingga sampai saatnya mentari akan bersembunyi di balut petang.

Di hari yang terik ini, Rumah Tahfidz Al Qur'aniyy Kota Gajah, Lampung, bersiap untuk takziyah dan simaan Al-Qur'an di rumah warga yang meninggal. "Insyallah kita berangkat habis isya!’’, pinta Ustadz Khoirodin, usai menyimak setoran murajaah santri-santrinya.

Setiap pagi sampai petang santri Rumah Tahfidz Al Qur'aniyy disibukan dengan rangkaian aktifitas Rumah Tahfidz. Hingga saatnya, santri Rumah Tahfidz Al-Qur'aniyy berganti peran dari mengaji-mengkaji menjadi mengamalkan apa yang mereka punya. ‘’Njih niki adalah wujud bakti sosial kita, yah kalau orang kaya bantu dengan uang atau harta, yo kita punya Al-Qur’an njih bantunya lewat Al-Qur'an’’ tutur Ustadz Khoirodin menjelaskan.

Sikap empati yang mewujud akan menumbuhkan hal positif untuk diri sendiri dan orang lain, karena pada dasarnya sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa lepas dari orang lain. Setiap manusia pasti membutuhkan orang lain, untuk itu rasa empati sangat diperlukan dalam kehidupan manusia.

Empati merupakan sebuah sikap ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Dan inilah yang dilakukan Rumah Tahfidz Al-Qur'aniyy. Menumbuhkan sikap empati kepada santri-santrinya melalui kegiatan simaan Al-Qur'an ditempat masyarakat yang meninggal.

Bentuk empati sosial yang dilakukan Rumah Tahfidz Al-Qur'aniyy tentu menjadi sebuah pembelajaran besar akan pentingnya sebuah kesadaran yang harus dibangun di setiap insan, karena pada dasarnya rasa empati akan menumbuhkan persaudaraan yang erat bagi sesama.

Terlebih Rumah Tahfidz Al-Qur'aniyy adalah suatu lembaga yang sangat berpengaruh di lingkungan masyarakatnya. Rumah Tahfidz Al Qur'aniyy didirikan juga sebagai wadah tempat belajar mengaji dan sholat berjamaah bagi para santri, meski dengan berbagai keterbatasannya. Keberkahan tampak mengalir di RumahTahfidz Al Qur'aniyy. Ia telah mampu memerankan diri sebagai fungsi sosial di suatu masyarakat luas. Orang boleh belajar, boleh sholat berjamaah, boleh meminta bantuan untuk mengaji di rumah duka ketika ada anggota keluarganya yang meninggal, dan berbagai kemanfaatan lainnya. Demikian mestinya lembaga pendidikan diperankan.

(Ditulis oleh Putri Anisatul Muzakiyah, santri Kader Tahfidz Angkatan-2)