Berita
Penghafal Al-Quran Belia Itu Adalah Aghnia

  913


Adalah Aghnia santriwati asal Kebumen yang memberanikan diri mengikuti ujian rutinan Rumah Tahfidz di Wilayah Yogyakarta. Aghnia bersal dari Rumah Tahfidz Daarul Quran Sidomulyo, Ambal, Kebumen Jateng. Rumah Tahfizh yang diampu oleh Ust Romelan itu menjadi tempat para santri dan masyarakat menuntut ilmu dan menghafalkan Alquran.

Pada Rabu (12/9) Aghnia didampingi ibunya, Ustadz dan Ustadzahnya serta para santriwan - santriwati mengikuti ujian di Grha Tahfidz Daarul Quran Yogyakarta. Pukul 09.00 WIB Jl Nitian merekam senyum sumringah Aghnia ketika turun dari mobil. Langkah kecil cerianya berjalan di depan teras sembari melihat gedung Grha Tahfidz dan foto Ust Yusuf Mansur.

Ia memasuki Grha dan duduk di ruang tengah bersandar ibunya setelah mendapatkan briefing dari Korda Rumah Tahfidz Yogyakarta. Wajahnya sempat tegang ketika mendengar ada sistem diskualifikasi terkait ujian. Menjelang gilirannya tiba, Aghnia hanya tersenyum malu. Beberapa santri rumah tahfidz lainnya serta staff Grha Tahfidz sempat melirik heran ada anak kecil yang juga mengikuti ujian.

Aghnia tetap fokus memegang Mushaf hafalannya dan bersiap memulai ujian. Alhamdulilah, ia mendapatkan kesempatan ujian sebelum dzuhur dengan Ustadzah Ulin Nahwa di Ruang Al Husna dan Aghnia mengikuti ujian dengan kategori 2 juz dengan durasi waktu paling cepat.

Rasa penasaran pun terjawab ketika Ibunya dan Aghnia mau bercerita usai ujian. Ternyata Ia adalah peserta termuda yang mengikuti ujian. Pada tahun 2018 ini ia masih berumur 10 tahun dan kelas 5 MI di Kebumen. Aghnia memiliki cita-cita hafal 30 juz sebelum kuliah di jurusan keguruan. Setiap pagi menuju kesekolahnya ia menghafal 1/4 juz.

“Setiap pagi aku diantar pakai motor menuju sekolah sama Ibu. Di perjalanan aku memegang mushaf dan menghafal 1/4 juz. Senang bisa ikut ujian. Makanannya enak dan ujian membaca full jauh lebih enak daripada sambung ayat,” tuturnya dengan lembut dari anak gadis berwajah teduh, Aghnia.

Alhamdulilah setelah ujian dan berkisah, Aghnia membuktikan, walaupun menjadi peserta termuda ia bisa dinyatakan lulus dengan nilai A. Ia begitu senang lalu memeluk ibunya di akhir ujian. Aghnia adalah satu santriwati dari ribuan penghafal Alquran di berbagai negeri. Keistiqomahannya menembus pagi melewati sawah dan kebun jagung untuk menghafalkan 1/4 juz patut di contoh. Berksiah tentang Aghnia, berharap banyak pejuang Alquran diusia belia yang bersemangat dan memiliki cita-cita menjadi hafizh - hafizah untuk keberkahan umat dan menjaga bumi Allah SWT.