Berita
Ujian Wisuda Tahfidz Nasional (WTN) Magetan

  171


Rumah Tahfidz (RT) Bani Ali Mursyad terletak di Desa Banaran, Kelurahan Kerik, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan. Tempat ini adalah satu dari 41 Rumah Tahfidz Binaan PPPA Daarul Qur'an Jogja. Sebanyak tiga santri mengikuti Ujian Wisuda Tahfidz Nasional (WTN) pada 10 April 2018.

Putri Adilah Handayani (16), M. Syahida Dzulfikry (18) dan Faisal Rifki Ferdiansyah (16),  memulai ujiannya pada pukul 09.00 WIB.  Mereka disaksikan oleh 40 santri,  6 penguji, serta korda jogja yang ikut menyimak bacaan.

"Tiga santri itu memang paling rajin dan gigih dalam menghafal Alquran,” ujar Hanafi, salah satu santri RT Bani Ali Mursyad.

Selain itu, M. Thoha Fahmi Ridho, santri Rumah Tahfidz Bani Ali Mursyad, menyampaikan bahwa Syahida dan Faisal memiliki ketertarikan di bidang olahraga.

“Syahida itu atlet lari, sedangkan Faisal hobinya main bola. Terus hafalannya hebat,” tutur remaja laki-laki itu.

Suasana di dalam masjid pun menjadi apik ketika Ujian WTN dimulai. Dimana para siswa-siswi MIN Banaran ikut memenuhi ruangan ketika jam istirahat karena penasaran dengan kegiatan ini.

Ba'da Sholat dzuhur di selasar teras, Ustadz Ayib dan Ustadz Rosid berkisah tentang santri Rumah Tahfidz Bani Ali Mursyad, "Saya berfikir, kenapa kami mendapat kesempatan pada tanggal 10 April ini? Hara yang mengingatkan kami ketika 6 santri tenggelam di Wisata Grape,”.

Mata Ustadz Ayib berkaca-kaca sambil menatap sekitar, "Santri yang meninggal adalah santri yang manut dan bagus hafalannya. Sebagian jenazah ada yang 4 hari baru ditemukan. Jenazah mereka tidak membusuk. Peristiwa itu sebagai bukti kebesaran Allah SWT, bahwa betapa istimewanya para penghafal Alquran itu. Hari ini kami berkabung sekaligus mensyukuri telah terlaksananya Ujian WTN 2018,” tambah Ustadz Ayib.

“InsyaAllah, kedepannya kami akan lebih menjaga santri. Memberikan teladan dan ilmu terbaik sebagai wasilah visi terwujudnya generasi penghafal Alquran di Magetan,” pungkas Ustadaz Ayib.