Berita
Magang Kader Tahfidz Angkatan 2

  281


Program Kader Tahfidz angkatan ke-2 yang digulirkan PPPA Daarul Qur’an telah memasuki tahap magang. Sebelumnya, para kader di karantina selama 3 bulan dengan pelbagai materi: Tahfidzul Qur’an, fiqih dakwah, fiqih ibadah, bahasa arab, olahraga (memanah, berenang, berkuda), leadership, public speaking (tausiyah), dan pelatihan tanaman hidroponik. Setelah ditempa dengan pelbagai materi itu, kini tiba saatnya para kader dikirim ke Rumah Tahfidz dan Kampung Qur’an di pulau Jawa dan Sumatera untuk menambah pengalaman belajar dan mengajar selama sebulan penuh.

Teknis magang dibagi menjadi tiga keberangkatan. Pertama, rute Depok di Rumah Tahfidz Taman Aisy dan Bogor di Rumah Tahfidz Al Azmy. Keberangkatan kedua, adalah rute Bekasi di Rumah Tahfidz Al Fithroh Indonesia, Semarang di Rumah Tahfidz Daarul Qur’an Al Mabrur, dan Purworejo di Kampung Qur’an Rukem. Kemudian rute ketiga, akan dikirim di lima Rumah Tahfidz di pelosok Lampung.

Rumah Tahfidz yang dipilih menjadi lokasi magang diatas adalah Rumah Tahfidz dengan karakter dan keunggulan yang berbeda-beda. Ada yang sangat bagus dalam dakwah masyarakatnya, ada yang paling banyak mencetak para penghafal Al Qur’an, ada yang bagus dalam ranah pergerakannya, ada yang unggul dalam management dan sistemnya, serta keunggulan lainnya.

Selain itu, secara geografis Rumah Tahfidz diatas juga sangat berbeda. Ada yang lokasinya di tengah kompleks perumahan yang luas, ada yang di pelosok desa, ada yang diujung perbukitan, di pusat kota, di tengah lingkungan mahasiswa, dan sebagainya.

Harapannya, dengan ditempatkan di Rumah Tahfidz dengan karakter, geografis, dan keunggulan berbeda, masing-masing dari mereka nantinya akan pulang ke karantina dengan membawa cerita dan segudang pengalaman yang berbeda. Nantinya setelah magang usai, akan ada Focus Group Discussion (FGD) agar masing-masing kader bisa berbagi ilmu dan pengalaman yang berbeda saat magang. “Akan kita agendakan FGD agar para kader bisa berbagi, memiliki tambahan ilmu dan pengalaman yang banyak sebelum ditempatkan”, tutur pengasuh Kader Tahfidz angkatan-2 Ustadz Tio Pakusadewo.

Rumah-rumah Tahfidz yang ditunjuk untuk menjadi lokasi magang sangat gembira menyambut para kader ini. Seperti saat di Rumah Tahfidz Al Fithroh Indonesia, para pengasuh dan pengurus tampak sumringah ketika tim dari Kader Tahfidz tiba. “Kami sangat gembira menyambut para ustadz dan ustadzah dari Kader Tahfidzyang magang di Rumah Tahfidz. Semoga bisa saling memberikan warna”, tutur Ustadz Suryadi Zaini pengasuh Rumah Tahfidz Al Fithroh Indonesia.

Memang salah satu tujuan dari magang Kader Tahfidz ini adalah seperti itu, saling memberikan warna. Rumah Tahfidz memberikan segudang ilmu dan pengalaman kepada para kader. Kemudian para kader juga memberikan manfaat yang banyak kepada Rumah Tahfidz yang menjadi lokasi magang.

Selama sebulan penuh, para kader akan menjalankan kegiatan belajar-mengajar di Rumah Tahfidz, mengisahkan sisi menarik Rumah Tahfidz melalui tulisan, bersosialisasi kepada masyarakat di lingkungan Rumah Tahfidz, dan berbagai kegiatan lainnya.

Setelah magang usai, para kader akan kembali ke karantina selama sebulan penuh untuk mendapatkan materi pemantapan sebelum ditempatkan di pelbagai pelosok republik untuk mendirikan Rumah-rumah Tahfidz dan membangun Kampung Qur’an. Semoga sehimpun ikhtiar ini diberikan keberkahan dan keridhoan oleh Allah SWT agar kelak akan lahir generasi penghafal Al Qur'an dari pelosok republik melalui wasilah program Kader Tahfidz ini.