Berita
Keterbatasan fisik Pasutri Tidak Mengurangi Semangat Putrinya dalam Belajar Al Qur'an

  605


Pasutri itu bernama pak puguh dan bu ressa. Keterbatasan fisik keduanya tidak mengurangi semangat putrinya dalam belajar Al Qur'an. Keseharian Bapak Puguh dan Bu ressa berprofesi sebagai pijat tuna netra. Bapak puguh dan Bu Ressa merupakan orang tua dari dua gadis cilik Azizah dan Callista.

Azizah adalah anak tertua dari Bapak puguh murid kelas 1 di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sementara Calista, sang adik, tengah duduk di bangku 
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kedua anak ini adalah santri baru di Rumah tahfidz DaQu Putri Surabaya.

Azizah dan Callista terlahir dari kedua orang tua yang mengalami tuna netra sejak lahir. 
Keterbatasan fisik kedua orang tua tidak mengurangi semangat mereka berdua untuk terus belajar Al Quran. Keduanya juga selalu ditemani sang ayah menggunakan Armada Ojek Online untuk menuntut ilmu di Rumah Tahfidz DaQu Putri Surabaya. Jarak antara Rumah Pak Puguh dengan Rumah Tahfidz sejauh 10 KM.

Semangat tersebut ditularkan pak puguh kepada putrinya karena pak puguh ingin keluarganya menjadi keluarga penghafal Al Qur'an. Tak jarang juga pak puguh menyimak bacaan sang putri menggunakan Al Qur'an Braille.

"Masya Allah, saya sungguh terharu dengan perjuangan ayah dari kedua anak ini untuk mengantarkan mereka belajar mengaji di rumah tahfidz binaan kami,” ujar 
Koordinator Daerah Rumah Tahfidz Center (RTC) Wilayah Timur 1 Ustadz Alfarobi.

Ia melanjutkan, “Suatu pelajaran yang sangat berharga. Allah SWT bukakan mata hati beliau untuk mendapatkan Syafaat Al-Qur’an, lalu bagaimana dengan kita sebagai rang tua yang sehat jasmani dan normal dalam penglihatan, akankah membiarkan anak-anak kita jauh dari Al-Qur'an?”

Ustadz Alfarobi juga mendoakan, semoga ikhtiar kebaikan yang dilakukan Pak Puguh kepada gadis-gadis cilik ini dalam membekali mereka dengan ilmu Al-Qur’an dapat berbuah surga di akhirat kelak.

“Hari ini orang tuanya mengantarkan Putri-putrinya untuk cinta dan menghafal Al-Qur'an dengan segala keterbatasannya. Insya Allah kelak putri-putrinya yang akan mengantarkan mereka ke surga dengan syafaat Al-Qur’an. Aamiin,” harapnya.

Mari menjadi bagian dalam mewujudkan mimpi pak puguh menjadi keluarga Penghafal Al Quran.  Yuk dukung bapak puguh agar terus mengantarkan anaknya belajar Al Qur’an. Semoga pak puguh dan keluarga senantiasa istiqomah dalam menuntut ilmu agama dan para donatur diberi pahala berkali-kali lipat oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin.