Berita
Dulunya Dia Adalah Santri Dari Pesantren Daarul Qur’an Milik UYM, Lihat Bagaimana Hidupnya Sekarang

  1,080


Dulunya dia adalah seorang santri (2013/2014) dari Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Ketapang milik ustadz Yusuf Mansur. Kini usianya sudah mencapai 22 tahun dan telah dinyatakan lulus dari tempat mengajinya itu. Kegiatannya saat ini sibuk berkecamuk di dunia Al-Qur’an dengan mendirikan rumah tahfidz Hidayatus Sholihin.

Ustadz Komarudin (23) turut membantu kiprah adiknya, ustadz Diki (22) di dunia Al-Qur’an dengan mendirikan lembaga majelis taklim di sebuah Mushola daerah tersebut. Jumlah santrinya sudah mencapai 30 santri (putra/i). Dari segi syarat dan ketentuan yang dibuat oleh Rumah tahfidz center (RTC) maka Rumah Tahfidz Hidayatus Sholihin ini diresmikan sebagai rumah tahfidz yang telah terdata di RTC.

“ saya ingin mendirikan rumah tahfidz yang bekerjasama dengan RTC Daarul Qur’an, agar anak-anak kurang mampu dan yatim di daerah ini dapat mengenyam pendidikan agama dengan baik”, tutur ustadz Diki saat ditanyai oleh seorang warga.

Keberadaan rumah tahfidz ini terletak di daerah Mauk Kemiri, Kabupaten Tangerang. Rumah tahfidz ini cukup strategis bagi masyarakat yang ingin menempatkan anaknya di sanggar mengkaji Al-Qur’an. Selain ramai oleh jamaah masjid yang beribadah di masjid itu, lokasi ini juga ramai oleh penduduk setempat yang tinggal di daerah tersebut setiap pagi dan sorenya.

Pendirian rumah tahfidz ini sudah berdiri sejak satu bulan yang lalu dan baru diresmikan bulan ini (21/7/2019). Acara peresmian dimulai dari pagi dan berakhir pada siang hari (13.08 WIB), selain itu acara ini dihadiri oleh pimpinan RTC dan Koordinator rumah tahfidz daerah Banten, ustadz Agus (RTC) dan Ustadz Zulkarnain.

“semoga istiqomaah dalam dakwah Qu’an walaupun masih banyak keterbatasan tempat dan dana”, harapan ustadz Diki di acara penutupan.

Suasana peresmian rumah tahfidz sangat mengesankan bagi para pejuangnya. Doa- doa dipanjatkan untuk keberlangsungan rumah tahfidz ini. Wajah-wajah bahagia melihat para Assatidz dan santri memberikan kenangan tersendiri bagi para perintisnya.