Berita
Al-Qur'an Untuk Rumah Tahfidz Di Pelosok Purwodadi

  1,253


Selasa (14/5), Tim PPPA Daarul Qur’an Semarang tiba di Rumah Tahfidz Daarul Hikmah. Tepatnya di Dusun Ngroto, Desa Gubug, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Purwodadi, Jawa Tengah. Sebuah kampung yang banyak berdiri pesantren dan pusat pendidikan Islam yang banyak belajar kitab-kitab salaf.

Siang itu, belasan santri tengah bermurajaah di pelataran bangunan rumah panggung yang berdiri dari susunan kayu-kayu tua sebagaimana bangunan lain di wilayah ini. Udara panas ternyata belum juga terserap dengan desain rumah panggung warga.

Wajar jika para santri memilih duduk dan bermurajaah di luar ruangan dan mencari sudut-sudut pelataran yang lebih teduh. Juga bersama mushaf-mushaf favorit yang sudah lama menemani perjuangan mereka dalam menghafal Al-Qur’an sejak beberapa tahun terakhir.

Senyum kebahagiaan terukir jelas di wajah Ustadzah Maemunah (62), Pengasuh Rumah Tahfidz Daarul Hikmah saat menyambut kedatangan kami di kediamannya. Satu kardus mushaf yang kami bawa rupanya sangat mereka butuhkan.

Kebiasaan santri lokal yang meminta mushof untuk di bawa pulang membuat Ustadzah Maemunah tidak sampai hati untuk melarangnya. Sedang belasan santrinya sendiri juga membutuhkan mushaf untuk kegiatan murajaah setiap hari.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak. Di sini sering ada santri kecil-kecil yang minta Al-Qur’an itu untuk dibawa pulang. Saya ndak sampai hati kalau harus melarang anak-anak yang baru semangat belajar Al-Qur’an", terang ustadzah Maemunah.

ustadzah Maemunah juga menuturkan bahwa 8 tahun di tempatnya santri-santri sudah banyak yang hafal Al-Qur’an. Malah sudah ada enam hafidzah yang sekarang juga melanjutkan dakwah dengan mendirikan Rumah Tahfidz dan TPQ di rumahnya, Alhamdulillah. Termasuk Mbak Linda yang ikut WTN tahun 2017 kemaren.

Linda Musyeiyanah (22) adalah salah satu santri alumni Rumah Tahfidz Daarul Hikmah yang sudah menyelesaikan hafalan 30 juz. Rutinitas bangun setiap jam 03.00 pagi menjadi bagian dari ikhtiarnya demi mengejar setoran hafalan setiap hari. Disamping itu sikap Ustadzah Maemunah yang sangat tegas, justru memicu semangat para santri untuk rajin bermurajaah.

"Saya bersyukur pernah belajar di sini dan banyak berterima kasih kepada Bu Nyai yang begitu sabar dan tegas dalam mendidik saya, hingga saya bisa khatamkan hafalan qur'an dan sampai sekarang juga bisa meniru beliau, Alhamdulillah," tutur Linda yang saat ini telah menjadi Pengasuh Tahfidz di SMP dan SMA Putra Harapan Boarding School.

"Linda adalah salah satu wujud dari kesuksesan dakwah Ustadzah Maemunah di kampung yang notabennya banyak belajar kitab-kitab salaf. Bersama mushaf-mushaf yang kami salurkan, tersisip harapan besar agar kelak terlahir hafidz hafidzah sukses seperti Linda dari pelosok Purwodadi ini. Aamiin, Insyaallah", tutur ustadz Zeko, koordinator rumah tahfidz daerah Semarang.