Berita
Imam Muda Di Rumah Tahfidz Baitul Muttaqin Bojonegoro

  542


"Alhamdulillah, dengan adanya program imam muda Syeikh Abdul Basith dari Makah antusias masyarakat desa Sambiroto begitu luar biasa, masyarakatnyapun menerima dengan senang hati dan mengikuti solat tarawih sampai selesai biarpun durasi waktu sampai 1 jam setengah", ujar Ustadz Muhlisin, Assatidz.  

Syeikh ini baru tiba di Sragen pada selasa (7/5/2019), pukul 13.30 WIB yang kemudian menuju ke hotel Dewarna Bojonegoro. Ketika suara adzan ashar telah memanggil, Syeikhpun segera bergabung dengan umat islam lainnya yang tengah berada di Masjid Rusdi, Desa kalianyar, Kecamatan Kapas, Bojonegoro untuk melaksanakan shalat ashar sekaligus menyampaikan rangkaian kultumnya.

Barulah pada pukul 16.30 WIB ia meluncur ke rumah tahfidz Baitul Muttaqin dengan niat untuk bersilaturohim. Setibanya ditempat yang dituju, kedatangnya disambut dengan kehangatan luar biasa dari pimpinan rumah tahfidz itu, yakni ustadz Aris Hakim dan para santri serta pengurus rumah tahfidz se-Bojonegoro.

Cerita hangat dari Syeikh Abdul Basith pun dimulai, ia bercerita tentangnya, kehidupannya, dan yang paling penting adalah siraman pengisi hati, yaitu ilmu. Canda tawanya saat menyampaikan tutur kata itu menjadikan suasana diantara mereka sangatlah menyenangkan.

"tibalah adzan magrib, kami buka bersama masyarakat sekitar dan tokoh masyarakat dan pengurus rumah tahfidz dengan di dahului doa oleh beliau dan makan bersama", tutur ustadz Aris Hakim.

Setelah perut terisi, barulah shalat maghrib berjamaah didirikan dengan diiringi lantunan ayat suci yang merdu dari Syeikh Abdul Basith. Shalat Isya berjamaah telah harus dilaksanakan, maka tarawih pun harus diikutkan. Shalat berjamaah ini dilaksanakan di masjid Nurul Huda Sambiroto, Kapas.

"kurang lebih memakan waktu 2 jam, di mulai pukul 18.30 sampai jam 20.30 dan diakhiri kultum yang menyejukan hati", ujar ustadz Ustadz Muhlisin, assatidz rumah tahfidz Baitul Muttaqin.

"Kedatangan Syekh Basith dapat menyatukan masyarakat, tokoh masyarakat dan aparat kepolisian yang larut dalam keberkahan Romadhon," tambah ustadz Alfarobi, koordinator rumah tahfidz daerah Jawa Timur 1.