Berita
Siar Al-Quran Di Penghujung Tahun

  424


Bangunan megah Masjid Suciati Saliman berdiri gagah di pinggir ruas Jalan Gito Gati Grojokan, Pandowoharjo, Sleman. Lima Menara yang menjulang tinggi melambangkan wajibnya sholat lima waktu dalam satu hari. Sembilan pintu yang menggambarkan dakwah Wali Songo pada masa penyebaran Islam di tanah Jawa serta lapisan emas di setiap palang masuk menuju ke dalam masjid, persis menyerupai dengan Masjid Nabawi Madinah. Karenanya banyak orang yang singgah untuk menikmati corak desain khas Timur Tengah dan Jawa untuk beribadah di dalamnya.

Di tengah ramainya pengunjung yang datang untuk berlibur akhir tahun, pada senin (31/12) menjelang sholat dzuhur tiba terlihat para santri mengenakan pakaian takwa berwarna putih memasuki Masjid Suciati Saliman. Wisatawan dan santri adalah dua hal yang jarang berdampingan namun memberikan kearifan lokal tersendiri ketika mereka berjejer rapih untuk sholat berjamaah. Adalah Rumah Tahfidz PPPA Daarul Qur’an yang mengadakan acara khataman Al-Qur’an 30 Juz sebagai siar kebaikan untuk semua masyarakat.

Kali ini sebanyak 244 penghafal Al-Qur’an dari 20 Rumah Tahfidz Wilayah Yogyakarta mengikuti khataman dengan tema "Membuka Tirai Langit dengan Khataman 30 Juz bersama Rumah Tahfidz PPPA Daarul Qur'an Yogyakarta”. Para santri, asaatidz, dan asaatidzah melantunkan bacaan Al-Qur’an 30 Juz yang dibagi menjadi dua bagian untuk dikhatamkan mulai pukul 14.00 hingga ba’da Maghrib tiba.

Salah satunya Ustadzah Irya Asatidzah Rumah Tahfidz Tasnim Darussalam yang berkesempatan mengikuti khataman menambahkan, “Saya senang acara khataman ini dapat dilaksanakan karena untuk mensiarkan Al-Qur’an di masyarakat, menjaga hafalan, memperkuat silaturrahim antar hufadz di setiap Rumah Tahfidz serta dapat memohon perlindungan dari Allah SWT agar negeri ini tetap aman dan tentram”.

Lantunan Al-Qur’an yang merdu menambah keindahan di setiap sudut Masjid Suciati Saliman. Terlintas fikiran sederhana ketika seseorang belum mempunyai keinginan untuk menghafal Al-Qur’an. Ia masih bisa membacanya, menyediakan waktu untuk mempelajari dan terus menjaga niat agar tetap mencintai Al-Qur’an. Sejatinya setiap orang yang mencintai dan menghafalkan Al-Qur’an adalah keluarganya Allah SWT di muka bumi. Sehingga mereka menjadi mulia serta dapat mendatangkan keberkahan di sekitarnya. Semoga acara khataman Al-Qur’an di penghujung tahun ini mendapatkan rahmat, taufik, hidayah dan inayah dari Allah SWT. Aamiin.