Artikel
Penghafal Al Quran Sejati itu...

  170


Semua bayi akan memperjuangkan apa yang ingin mereka dapatkan. Kita pernah menjadi seorang bayi yang jika lapar maka kita tidak akan berhenti menangis sebelum kenyang. Tidak akan pernah menyerah mecoba untuk bisa berdiri, merangkak, berjalan, atau berlari.

Meskipun kita jatuh ratusan kali, itu bukan alasan untuk meyerah. Hal yang sama dilalui oleh seorang anak remaja bernama Muhammad Riyandi. Seorang santri Rumah Tahfidz Daarul Quran Ciseeng yang terus berjuang untuk terus menghafal kitab yang mulia, Al Quran Nul Kareem.


Satu fakta unik tentang kebenaran, ia akan selalu pantas untuk diperjuangkan. Jika hal yang kamu inginkan adalah hal yang benar, maka kamu selalu punya alasan untuk berjuang. Bagaimana kita tahu apakah hal itu benar atau tidak? Ketika panca indra dan pikiran kita tidak lagi bisa menilai apakah hal tersebut benar atau salah untuk diperjuangkan, ikuti kata hatimu.

Terkadang kita memang tidak bisa memahami apa keputusan yang diambil dengan menggunakan hati, tapi percayalah pada dirimu sendiri dan berdoalah kepada Allah supaya kamu diberikan hati yang baik sehingga apapun kata hati yang kamu dengar, akan selalu benar.

Dibawah asuhan Kyai Muzammil, Riyandi terus menghafal Al Quran. Dan pada akhirnya, kurang dari dua tahun ia mampu menyelesaikan hafalannya hingga 30 juz.Mengatur waktu bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan, terutama jika selama ini kita jauh dari kata terbiasa untuk melakukannya.

Namun, jika dilakukan secara perlahan, akan sangat membantu untuk mengatur waktu dengan baik. Dan ingat, berkomitmenlah untuk menjalankannya. Itulah yang dilakukan oleh Riyandi dalam kesehariannya, membagi waktunya untuk sekolah, menghafal dan jualan.


Riyandi adalah seorang remaja yang sedang mengenyam pendidikan ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). SMA Nurul Falah Gunung Sindur, merupakan nama dari sekolahnya saat ini.
Tentu bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu bagi beberapa orang, namun berbeda bagi Riyandi, Ia mampu membagi waktunya dan menjadwalkan agar ia bisa menghafal Al Quran. Karena selain sekolah, Riyandi juga harus berjualan makanan ringan agar ia mampu menambah uang jajannya. Makanan ringan yang ia jual tidak banyak, ia menjual makanan Khas Palembang yang bernama Olos.

Tentunya bukan tanpa alasan ia memilih untuk berjualan. Alasan mengapa ia berjualan adalah karena ia jarang mendapat kiriman uang dari orang tuanya. Dan setiap dari kita pasti membutuhkan uang untuk bertahan hidup bukan?


Riyandi, ia lebih memilih untuk memakai sepeda daripada memakai kendaraan umum saat pergi ke sekolah, padahal hanya Rp. 4000,00,- saja uang yang dikeluarkan untuk membayar kendraan umum ke sekolahnya dalam dua kali pergi.
Hebatnya, Riyandi selalu melakukan puasa Daud, yaitu puasa yang dilakukan pada hari ini puasa, kemudian pada hari berikutnya tidak puasa dan pada hari kemudiannya puasa lagi dan seterusnya seperti itu.


Inilah yang dinamakan penghafal Al Quran sejati, ia sibuk, namun ia mampu menyempatkan waktunya untuk menghafal Al Quran yang merupakan bacaan termulia dan terindah di dunia ini. Ia mampu mengabaikan Al Quran, namun ia tidak melakukannya dan memilih untuk terus menjaganya dengan menghafalnya. Ia memiliki waktu yang masih cukup panjang untuk mengenyampingkan menghafal, namun ia memilih untuk menghafal saat ini tanpa harus menunggu tua dulu.


Anda mau seperti Riyandi? Atau anda ingin lebih baik dari Riyandi? Apakan anda akan mampu melakukannya?
Jawabannya, tentu anda akan sangat mampu dan bahkan bisa lebih baik dari Riyandi. Karena kepercayaan anda pada diri andalah dan kepercayaan anda pada Tuhan andalah yang akan menentukannya.