Artikel
Aku Mengulang Seluruh Hafalan Pada Kamis dan Jumat

  41


Hari ini banyak orang berlomba-lomba menghafal Al-Qur’an. Tua-muda, anak-anak sampai dewasa, turut belajar untuk menghafal Al-Qur’an. Keberadaan Rumah Tahfizh, Rumah Qur’an, dan daurah menghafal Al-Qur’an bisa kita temui di berbagai daerah, sebagai gerakan pencetak penghafal Al-Qur’an. Hingga beberapa sekolah swasta dan negeri pun turut mencanangkan program menghafal Al-Qur’an bagi siswa-siswanya. Meski demikian, beberapa orang sempat mengeluhkan sulitnya menghafal Al-Qur’an, karena alasan kesibukan bekerja, sekolah, dan lain-lain. Mungkin, kisah Urwah, penggembala asal Kuwait yang tertuang dalam kitab Auladuna, Kaifa Yahfazhunal Qur`an karya Syeikh Hamdan Hamud Al-Hajiri, bisa menjadi inspirasi dan nasihat bagi kita semua.

Perjalanan Urwah menghafal Al-Qur'an, telah dimulai sejak ia tinggal di tanah kelahirannya, Kuwait. Dan ia semakin membulatkan tekad untuk menyelesaikan seluruh hafalan ketika ia menginjakkan kaki di tanah Arab Saudi. 

“Setiap pagi setelah shalat subuh aku menghafal Al-Quran sebanyak dua lembar. Setelah menggembala kambing dan hendak pulang ke kemah, aku mengulang kembali hasil hafalanku yang kudapat tadi pagi, lalu hafalan itu diulang kembali pada keesokan harinya,” tutur Urwah.

Keesokan harinya, sebelum Urwah berangkat menggembala kambing, ia kan mengulang hafalan. Apabila sudah lancar, ia akan menambah hafalan dengan ayat yang baru. Begitu seterusnya ia melakukan kegiatan yang sama.

“Adapun hari Kamis dan Jum’at aku khususkan untuk mengulang seluruh hafalan,” imbuh Urwah

Pada saat istirahat, salah seorang teman Urwah menceritakan kisah ini kepada Syeikh Hamdan Hamud Al-Hajiri--bertanya sambil terheran-heran.

“Kamu tidak memiliki radio dan televisi. Kamu juga tidak membaca koran, lalu bagaimana kamu mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di seluruh dunia. Kamu benar-benar terpisah dari dunia luar.”

Sambil membetulkan posisi duduk, Urwah mengatakan, “Sungguh, rasa khawatirku terhadap sesuatu menjadi berkurang. Pada waktu kosong ini, aku sibuk memeriksa penyakit kambing-kambingku atau menjahit bajuku yang sobek. Inilah kejadian-kejadian yang luar biasa bagi diriku. Adapun kabar terhangat adalah kabar yang disebutkan dalam firman Alah Ta’ala, Tuhan semesta alam. Sementara itu, peristiwa yang paling agung adalah peristiwa diutusnya para nabi beserta orang-orang beriman yang mengikutinya, bagaimana dakwah mereka dan cobaan yang menimpa mereka...” ungkap Urwah

Begitu kuat keinginan si penggembala kambing ini untuk mengisi hari-harinya dengan Al-Quran. Hingga ia menyelesaikan seluruh hafalannya sekitar 10 bulan. Kesibukan bekerja, tidak menjadi alasan baginya untuk tidak menghafal Al-Quran. Memiliki niat teguh menghafal dan konsisten dalam menjalaninya, menjadi bagian penting yang harus dijaga.

 

Sumber:Hidayatullah

Gambar: Rehal Al-Qur'an