Artikel
Wanita Berusia 66 tahun Itu Ingin Jadi Hafidzoh 30 Juz

  349


“Lha mas, wong Mbokde ki sanes Hafidzoh 30 juz, dadi mung saged nyepakke fasilitas papan kaleh pangan kangge santri, Mbokde pingin santri-santri niku hafal 30 juz sedanten” (mas, Mbokde ini bukan Hafidzoh 30 juz, jadi hanya bisa menyiapkan tempat tinggal dan makan santri, Mbokde pingin santri-santri itu hafal 30 juz semuanya), tutur wanita paruh baya itu.

Mbokde, sapaan akrab Ustadzah Wadiyem (66), adalah salah seorang pejuang Al-Qur’an sejak tahun 2009 silam. Ia membersamai para Penghafal Qur’an dalam program Rumah Tahfidz Yogyakarta.

Sepuluh tahun bersama Rumah Tahfidz, ratusan santri dan puluhan pengajar, Mbokde selalu merasakan berkahnya Al-Qur’an. Kenikmatan itu, ingin terus ia bagi melalui silaturrahim dan program sosial untuk melayani umat.

Azamnya untuk mencetak para Penghafal Qur’an dengan cara yang bermacam-macam, salah satunya dengan cara memberi hadiah mukena, jilbab, sarung dan lainnya bagi santri yang semangat menghafal Al-Qur’an dan bagi yang bisa bertambah hafalan setiap bulannya.

Saat itu Ia berjalan pelan sembari kedua tangannya dilipat ke belakang di depan pelataran masjid. Memastikan semua jamaah sudah berada di dalam ruangan masjid dengan nyaman. Sore itu menjadi momen yang berharga baginya, karena ratusan penghafal Al-Qur’an dan masyarakat berbaur memenuhi undangan berbuka puasa rutinan Mbokde setiap tahunnya.

Mbokde menyampaikan pesan di depan hidangan makanan yang telah tersaji, “orang menghafalkan Al-Qur’an itu kadang juga yaa merasa sulit banget, makanya banyak yang menyerah, makanya Mbokde ini harus telaten mengurus pengajar dan santri, telaten mencari Ustadz dan Ustadzah yang bisa sabar dalam mendidik santri, kalau sudah seperti itu, biasanya rahmat dan hidayah nya Allah SWT. segera turun untuk hambanya.”

Buka puasa bersama santri Penghafal Al-Qur’an dan masyarakat sekitar Rumah Tahfidz pada Ramadhan kali ini berbuah manis. Senyum para tamu undangan yang merekah, makanan di atas 3 meja panjang yang dilahap tak tersisa, serta doa para penghafal Al-Qur’an yang menyejukkan telah memberi semangat dan menguatkan azam Mbokde.